Penerbit Ndok Asin

BeaSiswo

diposkan pada Jan.06, 2010, under Kumcer

BeaSiswoKumpulan cerpen karya Muhammad Hammam ini banyak memuat tokoh Siswo. Bukan orang yang sama, hanya nama yang sama dalam beberapa ceritanya.

Dalam kumpulan cerita pendek ini berbagai situasi muncul. Kadang ceritanya menggelitik, kadang setengah serius.

Sebuah kumpulan cerpen yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Meskipun cerpen-cerpen ini telah dipostingkan oleh penulisnya dalam situs www.kemudian.com, menikmati kembali cerpen ini sangat dianjurkan. Dapat dibaca tiga kali sehari atau sesuai kebutuhan. Selamat menikmati.

BeaSiswo

VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 5.0/10 (1 vote cast)
5 Comments :, , , more...

Leluka Dara Sang Pecinta Hujan

diposkan pada Nov.17, 2009, under Kumpus

Leluka Dara Sang Pecinta HujanAntologi puisi yang ditulis oleh Nisa Ayu Amalia, Kavellania Nona Pamela, Anggrek Syakuntala, Tiara Ramadhani, Olief Ariestiani, dan Dewi Nur Aini ini menyajikan puisi-puisi indah yang layak dijadikan koleksi. Berikut salah satunya.

Pesan Setelah Hujan
: lelaki lukaku

ingin sekali aku menjadi pencuri
pencuri air hujan hatimu yang kuyup
menampung setiap tetes dalam gelas kaca

biar kuurai dalam buku catatanku
semua cerita yang menunggu dikisahkan
baju-baju luka yang kau sandang

aku yakin setelah itu
handuk-handuk akan terjejer di tiang jemuran
sehabis mengusap sembab indung kelopak matamu

kemudian kuguratkan ujung pensilku
mengabadikan sebuah penanda baru
: lengkung terbuka ujung bibirmu

Antalogi Hujan
VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 9.0/10 (1 vote cast)
2 Comments :, , , , , , , , , , , more...

Religi Fiesta 2009

diposkan pada Oct.19, 2009, under Kumcer

Religi Fiesta 2009

Kumpulan cerpen ini merupakan hasil dari sayembara Religi Fiesta 2009. Enam buah cerpen yang lumayan panjang ini berkisah dengan tema religi.

Sayembara ini menghasilkan 3 orang juara, yaitu navigator, akatsukileader, dan kajitow. Cerita mereka berurut dari depan dalam kumpulan cerita pendek ini.

Juri yang menilai bukan sembarang orang, ada Khrisna Pabichara yang telah menerbitkan bukunya “12 Rahasia Pembelajar Cemerlang”, Bamby Cahyadi yang akan menerbitkan kumcernya “Tangan Untuk Utik”  pada bulan oktober 2009, dan Pringadi Abdi yang telah menerbitkan kumpulan puisinya “Alusi”.

Sebuah koleksi yang sangat layak bagi Anda, selamat menikmati.

Religi Fiesta 2009
VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
1 Comment :, , , , , , , , more...

Petualangan : Rasa, Musim, Kenangan

diposkan pada Oct.06, 2009, under Kumpus

Petualangan: Rasa, Musim, KenanganBilangan Rasa

Kecap rasa tak semudah hirup aroma
Rasa butuh satu dua purnama
Kamu lebih dari sebuah purnama

Sudahkah kubilang?
Tetutur mu anggun
Aromamu kukecap,
Sejauh kilo-kilo pembilangmu

Ah…
Tapi sulit sekali mengecap rindumu…
Melesakkan rasa-rasa pilu

Yah…
Masing-masing kita sembunyi di balik sesulur

Maumu apa?
Runut sepi atau padang janji?
Padahal kau tak akan habis kukecap.

Lalu maumu apa?
kutelan hidup-hidup?
Atau kumuntahkan?

Kalau iya,
Cincang saja tubuhmu
Biar kumakan
Dan jadi laju darahku

Petualangan: Rasa, Musim, Kenangan
VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Leave a Comment :, , , , , more...

ProbleMoney

diposkan pada Sep.02, 2009, under Novel

ProbleMoneySebuah novel yang berkisah tentang seorang pemuda. Ia suka melupakan sesuatu karena ingatannya kadang-kadang suka down. Gara-gara suka lupa itulah, ia punya masalah dengan teman-temannya di sekolah. Berikut potongan novel ini.

Mata Eka sudah nyaris keluar. Setengah jam ini, ia mengunci diri di dalam kamarnya hanya untuk menumbangkan sebatang pensil yang berdiri tegak di atas meja belajar. Pensil itu juga sudah berdiri sejak setengah jam lalu.

Bukan masalah yang sulit jika ia menggunakan tangan untuk menumbangkan pensil itu. Atau, dengan menggebrak meja hingga pensil terjatuh. Namun, ia malah menggunakan cara yang sangat ekstrim, memandang alat tulis itu hingga melotot. Alhasil, pensil itu jangankan tumbang, berjoget saja tidak.

Padahal, Eka sudah bertekad. Ia sangat ingin memiliki kemampuan telekinetis, seperti di lm-lm. Akan terlihat keren apabila ia dapat menggerakkan barang-barang dari jauh. Ia juga dapat membantu orang dari jauh tanpa perlu diketahui orang yang ia tolong.

Ah…, cita-cita yang mulia, tapi tampaknya takkan pernah terwujud. Telekinetis…, sepertinya hanya ada di dunia khayal. Dan Eka masih belum dapat menerima kenyataan tersebut.

ProbleMoney

VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Leave a Comment :, , , more...

Bukan Selepas Debu Hempas Lalu

diposkan pada May.19, 2009, under Kumpus

Bukan Selepas Debu Hempas Laluaku telah belajar menghirup udara darimu. dari sebagian
catatancatatan kecil tentang mimpiku yang buram. pada
ketakutanku yang entah. mengeja sebuah sajak dengan terbata.
t e r b a t a.

jika saja waktunya kau tahu. bukan dia atau mereka. kau. ya. k a
u. yang menjelma lembarlembar rindu di ujung cemasku. yang
berdiri atas egomu. pun egoku. sajakku akan tersulam dengan
pola yang sempat aku ragukan. pasti. tak seperti debu yang
terhempas

angin.

———————–
Di atas merupakan salah satu puisi Edo Anggara dalam e book kumpulan puisi dengan judul yang sama dengan judul puisi tersebut : “Bukan Selepas Debu Hempas Lalu”.

Bukan Selepas Debu Hempas Lalu

VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 9.0/10 (1 vote cast)
1 Comment :, , , , , , , , , , more...

Rain

diposkan pada Apr.25, 2009, under Novel

RainSebuah karya Onik yang bertema cinta-cintaan. Cerita ini lain dari yang lain karena cintanya pada sesosol malaikat. Bagaimanakah kisah percintaan yang diceritakan secara apik ini? Berikut penggalan ceritanya.

“Vey!!! Keluar, Vey!” seseorang menggedor-gedor pintu kamarku, mengejutkanku, hingga beberapa pakaian yang akan kumasukkan ke lemari, melompat berhamburan kemana-mana… aaah apes! Akupun cemberut seraya membuka pintu kamarku.

“Ada apa sih! Bikin kaget aja!” kataku ketus pada Vika, teman satu kontrakanku yang tinggal di kamar sebelahku.

“Ada tetangga baru, Bo’, ganteng bangeeeet!” katanya sambil melompat-lompat kegirangan. Astaga, Vika! Sampai segitunya! Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku. Vika menatapku heran seraya mengerutkan alisnya,

“Kok kamu cuek, Vey?”

“Emangnya aku harus ngapain? Ikut sorak-sorak kayak kamu? Jelek-jelek gini aku masih waras, Vik,” Vika mencibir mendengar jawabanku.

Rain

VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
1 Comment :, , , , , , more...

(semacam) Ulasan Antologi Puisi A. Yulden Erwin

diposkan pada Apr.04, 2009, under Ulasan

Ulasan AntologiIni merupakan semacam ulasan yang dibuat oleh Putri Sarinande. Ulasan yang membahas tentang Antologi Puisi Ahmad Yulden Erwin 1987 – 2009. Berikut potongan ulasannya:

(Semacam) Ulasan Antologi Puisi
“Tiada Tuhan Selain Ahmad (1987-2009)” Karya Ahmad Yulden Erwin

Suatu kali seorang sahabat (inisial MN) berkata : Banyak baca bikin lu mati! Saya kaget. Lalu dia membalas lagi, “Sebab lu gak baca diri”.

Oke. Saya dapat makna baru dari kata baca. Membaca artinya melihat, melihat isi kepala. Isi kepala siapa? Pemilik tulisan, yang tulisannya saya baca.

Lalu teman lain, tepatnya kakak saya, Bang Yulden (Ahmad Yulden Erwin), mengirim pesan lewat teknologi “pesan-facebook”. Sebuah berita acara penawaran Buku Kumpulan

Sajaknya, yang sedang dalam proses (ketika saya dapatkan) untuk dicetak menjadi buku yang lalu dijual ke orang-orang yang ingin membaca isi kepala dia.

Apa yang saya dapat? Apa yang saya lihat?

Ulasan Antologi Puisi A. Yulden Erwin

VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
3 Comments :, , , , , , more...

Plesdis

diposkan pada Feb.19, 2009, under Novel

Plesdis“Mak minta flashdisk…”
“Apa? Plesdis?”
“Bukan Mak…Flashdisk. Pelajaran komputer di sekolah katanya harus punya flashdisk. Kalau tidak punya akan dapat nilai jelek.”

***

Sekolah sekarang makin susah, dulu zamanku sekolah tidak ada disuruh beli plesdis, bahkan pelajaran komputer juga tidak ada. Mungkin zaman memang sudah berubah dan ini bukan zamanku lagi.  Ahh…tapi besok masih perlu makan, apalah plesdis itu pasti harganya mahal…wong nyebut namanya saja susah. Beras yang dibeli menggunakan uang BLT yang diterima bulan lalu sudah hampir habis. Kalau uang yang ada buat beli plesdis tentu tak ada lagi yang buat beli beras, wong sekarang buat beli beras aja tidak ada.

***

Ahh…pasti Emak tidak mau beliin. Wong emang sudah tidak punya uang. Lagipula tahu apa Emak soal flashdisk, zamannya dulu pasti belum ada flashdisk, paling pelajaran komputer juga belum ada. Tapi kalau tidak jadi beli flashdisk bisa-bisa aku tidak naik kelas. Duh…aku jadi bingung harus bagaimana.

Plesdis

VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
7 Comments :, , , , more...

Rantau

diposkan pada Feb.10, 2009, under Kumpus

RantauTerlewat

kulihat awan berpeluk pagi hari
menjatuhkan ribuan keping langkahmu
yang tak mengarah
kemanapun

sungai macam apa lagi kau cari?
padahal geliat ranting di pucuk-pucuk pohon
telah jenuh menarikan bahasa cuaca
untukmu

hai, kaki telanjang bermata rabun
berhentilah sesekali, mungkin

ada selembar rumput yang lupa
kau salami

Rantau
VN:F [1.8.1_1037]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
1 Comment :, , , more...

Nyari sesuatu?

Gunakan kotak di bawah aja:

Masih ga ketemu? Nasib dah kalo begitu. Kalo mau gunakan menu "hubungi kami" di pojok kanan atas!

Petunjuk download!

Tidak tahu caranya download? Cari logo lalu klik. Jika tidak berhasil klik kanan dan pilih "save link as". Insyallah bisa deh...

Belum bisa juga? Chatting aja yukk...